Sandiaga ingatkan pengelola wisata mengenai pengamanan libur akhir tahun
2 mins read

Sandiaga ingatkan pengelola wisata mengenai pengamanan libur akhir tahun

Kemarin telah kami komunikasikan terhadap pengelola destinasi harus ekstra hati-hati

Surabaya –

Menteri Peluang Usaha Pariwisata kemudian Sektor Bisnis Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengingatkan seluruh pengelola destinasi pariwisata mempersiapkan teknis pengamanan menjaga dari peluang membludak-nya wisatawan pada waktu berlangsungnya momen pergantian tahun.

 

"Kemarin telah kami komunikasikan terhadap pengelola destinasi harus ekstra hati-hati," kata Sandiaga di area Surabaya, Jawa Timur, Rabu.

 

Dia mengumumkan salah satu aspek yang mana harus diperhatikan adalah penataan alur masuk dan juga mengundurkan diri dari pengunjung, baik dalam area parkir kendaraan pengunjung hingga kawasan wisata.

 

Selain itu, terkait operasional wahana yang mana harus dipastikan berfungsi secara aman.

 

"Seperti di tempat Taman Mini Indonesia, di dalam PIK kemarin 50 ribu lalu 100 ribu tetapi itu bisa saja ditata dengan baik, pola manajemen yang digunakan baik bisa jadi dilakukan," ucapnya.

 

Beberapa lokasi pariwisata di tempat Pulau Jawa yang berpotensi "banjir" kunjungan juga telah dipetakan oleh Kemenparekraf.

 

"Sudah terpantau dengan baik, tidak semata-mata Bromo, ada di tempat Yogya, di tempat Dieng Jawa Tengah, dalam Pantai Anyer," ujarnya.

 

Karena itu, pengelola kawasan pariwisata diminta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri setempat untuk membantu melakukan penataan, baik itu dari aspek lalu lintas, keamanan, kenyamanan, lalu keselamatan pengunjung.

 

"Ada juga yang digunakan perlu diwaspadai perihal kondisi cuaca, maka semua imbauan sudah ada dituangkan pada surat edaran untuk ditindak lanjuti oleh dinas pariwisata setempat," kata Menparekraf.

 

"Asuransi keselamatan ini opsional, tetapi memang benar sekarang sejumlah destinasi yang mana menawarkan opsi terhadap pengunjung untuk mengambil asuransi," lanjutnya.

 

Dia mengimbau seluruh penduduk yang dimaksud tinggal atau memiliki aktivitas sebagai penyedia jasa layanan wisata agar mengedepankan sikap sopan lalu ramah untuk seluruh pengunjung.

 

"Kami harus terus menjamin bahwa itu yang digunakan kami sajikan Indonesia dikenal dengan ramah tamah," ujarnya.

 

Sementara itu, Menparekraf memprediksi puncak libur di area masa pergantian tahun terjadi selama dua hari, yakni pada tanggal 31 Desember 2023 juga 1 Januari 2024.

 

"Periode Natal sudah ada berlalu juga lancar, puncaknya satu lagi di dalam minggu depan pada tanggal 31 Desember kemudian 1 Januari. Kami harapkan arus balik tanggal 2 kemudian 3 Januari 2024," tutur dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *