9 Hal Unik yang mana Ada pada Jepang, dari Hotel Kapsul hingga Kafe Manga
Jakarta – Negeri Sakura terkenal dengan warisan budayanya. Tapi, negara ini juga mempunyai teknologi yang mana sangat maju. Perpaduan antara tradisi dan juga teknologi ini menciptakan Jepun sangat menarik untuk dikunjungi.
Karena kemajuan teknologinya, Jepun juga terkenal dengan sebagian fenomena aneh kemudian unik yang mana dapat menciptakan pengunjung serta orang luar terkagum-kagum. Dari tradisi yang mana tak konvensional hingga penemuan luar biasa, berikut beberapa hal aneh namun luar biasa yang digunakan semata-mata ada pada Jepun seperti dilansir dari Times of India.
1. Hotel kapsul
Hotel kapsul menjadi jawaban menghadapi ruang terbatas di dalam negara ini. Hotel-hotel ini menawarkan ruang yang hanya saja cukup untuk tempat tidur serta sarana dasar. Pengalaman menginap di dalam hotel kapsul ini mungkin saja tampak aneh pada awalnya, namun pada masa kini populer dikarenakan efisiensi kemudian keterjangkauannya. Kini hotel kapsul juga bisa saja ditemukan dalam beberapa negara lain, termasuk Indonesia.
2. Warung Makan robot
Di jantung kota Tokyo, wisatawan dapat menemukan restoran yang mana dikelola oleh robot. Mulai dari robot pelayan yang tersebut menyajikan makanan hingga hiburan otomatis. Pengalaman ini merupakan perpaduan antara teknologi futuristik juga kuliner, menciptakan suasana dunia lain yang dimaksud benar-benar unik di area Jepang.
3. Budaya Hikikomori
Hikikomori mengacu pada individu yang tersebut menarik diri dari hidup sosial dan juga memilih untuk mengisolasi diri. Tren budaya ini banyak dikaitkan dengan tekanan publik juga ekspektasi yang dimaksud tinggi. Beberapa individu, kebanyakan orang dewasa muda, memilih untuk tinggal di dalam pada rumah untuk waktu yang dimaksud lama, lalu mengomunikasikan dengan dunia luar belaka melalui internet.
Vending Machine pada Tokyo, Jepun (Unsplash/Catrina Farrel)
4. Vending machine untuk semuanya
Jepang miliki mesin penjual otomatis atau vending machine untuk hampir semua hal. Mulai dari telur segar juga makanan panas hingga pakaian dalam, mesin penjual otomatis ini melayani beragam kebutuhan. Vending machine ini ada di area mana-mana.
5. Budaya maskot
Hampir setiap kota besar lalu kecil di tempat Negeri Sakura mempunyai maskotnya sendiri, yang dimaksud dikenal sebagai “yuru-kyara”. Maskot-maskot ini mewakili tempat juga rutin kali mempunyai desain yang tersebut menawan atau unik. Popularitas karakter-karakter ini sudah menggalakkan diadakannya kompetisi maskot dan juga bahkan acara khusus di tempat mana para penggemar dapat bertemu lalu berinteraksi dengan maskot favorit mereka. Ini adalah menunjukkan kecintaan Jepun terhadap karakter-karakter lucu lalu khas.
6. Budaya Gachapon
Gachapon, atau mainan kapsul, adalah barang koleksi mini yang digunakan didapatkan melalui mesin penjual otomatis. Jadi vending machine tak hanya saja untuk meracik makanan kemudian minuman. Nama gachapon didapat sebab pernyataan aneh yang mana dihasilkannya pada waktu mainannya dikeluarkan. Dari set sushi mini hingga patung hewan menggemaskan, gachapon setiap saat bikin kejutan.
7. Kafe berpelukan
Kafe pelukan sedang populer di tempat Jepang. Mengingat sifat budaya kerja Jepun yang dimaksud menuntut, perusahaan-perusahaan ini memberikan kesempatan terhadap individu untuk beristirahat sejenak sambil menikmati pelukan yang dimaksud menenangkan dari teman atau pasangan. Meskipun konsep ini mungkin saja tampak tiada biasa bagi sebagian orang, konsep ini terbukti benar-benar menyegarkan.
8. Kafe Manga
Manga Kissa ata kafe manga dalam Negeri Matahari Terbit adalah tempat unik pada mana orang dapat menyewa bilik kecil untuk membaca manga, menjelajahi internet, atau bahkan tidur siang. Kafe-kafe ini melayani para penggemar manga yang tersebut mencari tempat tenang untuk bersantai.
9. Booth foto Purikura
Purikura, kependekan dari “print club” atau “klub cetak”, adalah photo booth yang dimaksud memungkinkan pengguna berfoto dan juga mempercantiknya dengan berbagai dekorasi, teks, dan juga filter. Stand-stand ini sudah menjadi fenomena budaya Jepang, khususnya dalam kalangan remaja, menjadi cara menyenangkan dan juga kreatif untuk mengabadikan kenangan dengan sentuhan personal.