Kementerian PUPR menata Kawasan Tepi Air Puday-Lapulu di tempat Pusat Kota Kendari
1 min read

Kementerian PUPR menata Kawasan Tepi Air Puday-Lapulu di tempat Pusat Kota Kendari

Permukiman kumuh dapat ditangani dengan tuntas, melibatkan pemerintah area lalu masyarakat.

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan juga Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya merampungkan penataan Kawasan Tepi Air Puday-Lapulu pada Pusat Kota Kendari sebagai destinasi wisata baru di tempat Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Inisiatif Daerah Perkotaan Tanpa Kumuh (KOTAKU).

"Penataan kawasan kumuh jangan hanya saja mengerjakan fisik yang mana sifatnya terbatas, tapi perlu perencanaan dan juga penataan yang tersebut komprehensif. Sehingga, permukiman kumuh dapat ditangani dengan tuntas, melibatkan pemerintah area juga masyarakat,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di keterangannya pada Jakarta, Rabu.

Basuki mengatakan, upaya penanganan permukiman kumuh perlu diadakan secara kolaboratif dan juga terpadu dengan melibatkan pemangku kepentingan hingga tuntas.

Pengembangan kualitas permukiman pada kawasan seluas 14,7 hektare yang disebutkan dijalankan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tenggara, Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Pekerjaan dimulai pada 15 September 2021 juga telah terjadi selesai pada Desember 2022, sehingga pada waktu ini telah dilakukan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Keberadaan KOTAKU Puday-Lapulu dapat terus dijaga, sehingga senantiasa menjadi kawasan yang digunakan tidak ada kumuh.

Lingkup pekerjaan kawasan meliputi, Pengaspalan Jalan, Penataan Jalan lalu Tangga Dermaga Waterfront City, Jalan Setapak, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Tambatan Perahu Publik hingga sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dengan nilai kontrak Rp51 miliar.

Kawasan yang dimaksud berdekatan dengan Jembatan Teluk Kendari ini, juga akan ditata dengan konstruksi Sculpture kemudian Letter Kota, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, Area Perbaikan Jaring Nelayan, Tempat Pengeringan Ikan, Gerbang Utama, kemudian Area Parkiran.

Kementerian PUPR berharap infrastruktur ini harus dijaga juga terus terpelihara oleh kelompok publik juga pemanfaat secara berkesinambungan di area Perkotaan Kendari, sehingga tetap memperlihatkan bersih lalu terpelihara dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *